Perencanaan dan Pengelolaan Daya Tarik Wisata dan Destinasi Wisata

Oleh : Valentino Latumahina, Riska Ramdhany, Firman Basri

img1458041992946.jpg

  1. Aturan-aturan (Kode Etik) Sebagai Teknik Dalam Perencanaan dan Manajemen Pariwisata

      Kode etik dan panduan merupakan bagian dari upaya untuk mengatur kegiatan Pariwisata. Namun, kode etik dan panduan tidak sama dengan aturan yang memiliki status peraturan hukum, kode etik ini bersifat secara sukarela dan bentuk peraturan sendiri, Yang melibatkan suatu pernyataan berbentuk aturan tentang pentingnya menjaga lingkungan serta meminimalkan dampak sosial budaya. Kode etik ini ditargetkan pada pengunjung , Industri, Pemerintah, Swasta dan Masyarakat setempat.

        Yang membuat kode etik pengunjung atau visitor codes yaitu pemerintah, swasta, dan individu ditujukan kepada wisatawan domestik maupun internasional kode etik dibuat bertujuan untuk meminimalkan dampak lingkungan, memaksimalkan pendapatan daerah, mengembangkan interaksi antara wisatawan dan penduduk serta untuk pariwisata yang berkelanjutan. selanjutnya kode etik industri atau Industry codes, yang membuat kode etik ini adalah organisasi pariwisata internasional seperti WTO and IATA, beberapa kode etik juga dibuat oleh pemerintah dan swasta.  Kode etik ini ditujukan kepada industri pariwisata secara umum contohnya adalah industri perhotelan. Kode etik ini dibuat bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada staff, menjelaskan tanggung jawab yang harus dipegang, serta menjelaskan tentang dampak pariwisata dilihat dari sisi lingkungan dan sosial – budaya. Selanjutnya, kode etik masyarakat atau host codes yang membuat kode etik ini adalah swasta, individu, dan masyarakat dan beberapa kode etik juga dibuat oleh Pemerintah setempat untuk masyarakat khususnya dalam mengembangkan suatu daerah bertujuan memberikan informasi dan saran mengenai pengunjung / wisatawan, meminimalkan dampak lingkungan dan dampak sosial budaya, memaksimalkan pendapatan daerah, dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata.

  1. Destination Management Organization (DMO)

            Sebelum membahas tentang DMO, terlebih dahulu harus memahami manajemen destinasi. Manajemen destinasi merupakan koordinasi dan integrasi dari semua elemen-elemen bauran pariwisata di wilayah geografis tertentu berdasarkan gambaran strategi dan perencanaan pariwisata. Bauran pariwisata meliputi atraksi dan event, fasilitas (hotel, restoran, dll), transportasi, infrastruktur, pelayanan dari masyarakat setempat. Sebagai tambahan, manajemen destinasi mencakup pencitraan, merek, serta pemasaran dan komunikasi di segala tempat yang ditawarkan kepada wisatawan.

            Destination Management Organization (DMO) adalah struktur tata kelola destinasi pariwisata yang mencakup perencanaan, koordinasi, implementasi, dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistematik melalui pemanfaatan jejaring, informasi dan teknologi, yang terpimpin secara terpadu dengan peran serta masyarakat, asosiasi, industri, akademisi dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan, volume kunjungan wisata, lama tinggal dan besaran pengeluaran wisatawan serta manfaat bagi masyarakat di destinasi pariwisata. Banyak DMO merupakan organisasi kepemerintahan, namun ada juga yang bukan organisasi kepemerintahan.

            Bauran pariwisata dan produk pariwisata merupakan konsep yang sama. Produk pariwisata merupakan suatu bentukan yang nyata (tangible product) dan tidak nyata (intangible product), dikemas dalam suatu kesatuan rangkaian perjalanan yang hanya dapat dinikmati, apabila seluruh rangkaian perjalanan tersebut dapat memberikan pengalaman yang baik bagi orang yang melakukan perjalan atau menggunakan produk tersebut.

Setiap destinasi mempunyai empat komponen produk pariwisata :

  • Physical products (produk yang nyata). Komponen ini mencakup atraksi, fasilitas, tranportasi dan infrastrukturnya.
  • People (masyarakat setempat). Masyarakat setempat menyediakan jasa sebagai penduduk asli serta penyedia pelayanan secara perseorangan
  • Packages (paket). Semua destinasi mempunyai paket dan program yang bisa dibeli dan digunakan oleh wisatawan.
  • Programs (program). Mencakup event, festival, dan aktivitas yang diadakan atau diprogramkan untuk wisatawan.

Roles of the DMO in Destination Management

Capture

  1. Edukasi Sebagai Teknik Perancanaan dan Manajemen Pariwisata

            Edukasi bisa digunakan dalam perencanaan dan manajemen pariwisata dalam berbagai cara. Pendidikan sering juga digunakan dalam memberikan informasi kepada pengunjung, maka edukasi digunakan sebagai teknik dalam manajemen pengunjung. Selain itu, edukasi di dalam bidang pariwisata berperan dalam pengembangan pariwisata dan sebagai media informasi bagi para pengunjung atau wisatawan, sebagai contoh museum.

            Interpretasi merupakan suatu cara memberikan informasi mengenasi suatu yang ditampilkan sesuai yang terjadi sehingga memberikan suatu pengetahuan kepada seeorang. Interpretasi juga dapat diartikan sebagai proses komunikasi kepada pengunjung atau wisatawan yang mengunjungi suatu daya tarik wisata. sehingga pengunjung dapat memperoleh pengalaman langsung dan dapat merasa lebih nyaman saat berkunjung kesuatu daya tarik wisata karena informasi yang disediakan sangat lengkap untuk menunjang pengunjung.

            Adapun Tujuan Interpretasi yaitu Membimbing pengunjung dalam mengembangkan kesadaran, dan pemahaman yang lebih tajam mengenai area yang dikunjunginya, Mencapai tujuan manajemen. Seperti : interpretasi dapat mendorong penggunaan sumberdaya rekreasi secara bijaksana oleh pengunjung, membantu memperkuat gagasan bahwa kawasan rekreasi tersebut merupakan tempat khusus yang menuntut perilaku khusus, interpretasi dapat digunakan untuk meminimalkan dampak manusia terhadap sumberdaya dengan beragam cara, dan Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tujuan dan sasaran suatu lembaga.

            Adapun Manfaat Interpretasi yaitu mendapatkan pengalaman yang baik bagi pengunjung yang berkunjung ke daya tarik wisata tersebut sehingga lebih memahami dan menikmati, merasakan daya tarik wisata tersebut dan juga akan membantu melindungi apa yang ada disana. Pengunjung juga akan lebih memperhatikan apa yang mereka lakukan ketika sedang berkunjung ke suatu daya tarik wisata.

Referensi :

Mason, P. 2003. Tourism impacts, planning and management

Morrison, A. 2012. Destination Management and Destination

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s