Lingkungan Pariwisata (Destination Environment) di Rumah Makan Dapur Mandar, Kab. Majene, Sulawesi Barat

Oleh : Valentino, Riska, Firman

            Lingkungan pariwisata merupakan tempat dimana masyarakat berwisata dengan tujuan bertamasya atau rekreasi untuk memenuhi keinginan beraneka ragam. Pengembangan pariwisata membawa pengaruh positif bagi masyarakat. Pariwisata telah terbukti dapat mendorong perekonomian melalui investasi, peluang kerja, peluang berusaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lingkungan pariwisata mencakup 3 bagian penting, yaitu atraksi atau daya tarik wisata, jasa dan fasilitas daya tarik wisata, kehidupan masyarakat dan budaya dari masyarakat lokal daya tarik wisata tersebut.

            Rumah Makan Dapur Mandar terletak di Kec. Pamboang, Kab. Majene. Rumah makan ini mengambil konsep kampung wisata dan letaknya yang berada di tepi pantai sangat cocok untuk dijadikan tempat rekreasi. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh wisatawan di sana, seperti makan dan beristirahat, berenang, bersantai sambil menikmati panorama alam yang ada. Tempat ini juga bisa dijadikan berbagai macam event-event besar, seperti event budaya serta festival musik. Sayangnya, pihak pengelola belum melakukan kerja sama dengan pihak luar seperti travel agent ataupun pemerintah setempat sehingga masih kurangnya promosi untuk daya tarik wisata ini. Dari pihak pengelola sendiri juga masih belum melakukan promosi, promosi hanya terjadi dari mulut ke mulut oleh wisatawan yang telah bekunjung. Budaya di sana juga sudah cukup kental, dapat di lihat dari gerbang serta fasilitas-fasilitas yang ada, yang menggunakan anyaman-anyaman khas mandar. Selain itu rumah makan ini juga menjual makanan tradisional khas mandar.

            Fasilitas yang dimiliki Rumah Makan Dapur Mandar sudah cukup memadai. Rumah makan ini memiliki empat kamar bagi wisatawan yang ingin menginap. Harga per kamar yaitu Rp 200.000,-/ malam. Selain itu rumah makan ini memiliki gazebo-gazebo yang dapat digunakan wisatawan untuk bersantai ataupun menyantap kuliner khas mandar sambil menikmati pemandangan Pantai Tara Ujung. Rumah makan ini juga menyediakan penyewaan baju tradisional khas mandar, namun sangat disayangkan Rumah Makan Dapur Mandar ini belum mempunyai fasilitas souvenir atau oleh-oleh untuk dijual kepada wisatawan.

            Rumah makan Dapur mandar ini dapat dikategorikan dalam usaha kreatif pariwisata karena letaknya yang berada di pinggiran pantai, yang dulunya dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat yang tinggal di Daerah Pantai tersebut. Namun pemilik Rumah Makan Dapur Mandar berinisiatif untuk membangun  rumah makan ini sebagai salah satu sarana penunjang pariwisata  di Kabupaten Majene, yang dapat menarik perhatian para pengunjung karena bisa dikatakan fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap, sehingga dapat  memenuhi kebutuhan para pengunjung. Walaupun pada awal pembangunannya Rumah Makan Dapur Mandar terdapat pro-kontra antara masyarakat sekitar dengan pengelola, karena masyarakat banyak yang tidak menginginkan pembangunannya. Tetapi seiring  berjalannya waktu, masyarakat dapat menerima pembangunan Rumah Makan Dapur Mandar tersebut sampai akhirnya pemiliknya mempekerjakan masyarakat sekitar yang tinggal di Daerah Dapur mandar itu sendiri. Tetapi yang menjadi kendala pada Rumah Makan Dapur Mandar ini yaitu promosinya yang kurang sehingga masyarakat kurang mengetahui informasi-informasi tentang rumah makan ini dan masyarakat yang ingin mengunjunginya kurang mengetahui letaknya. Akan lebih baik jika  pengelola Rumah Makan Dapur Mandar lebih aktif dalam mempromosikan daya tarik wisata ini sehingga masyarakat yang ingin berkunjung mudah mengakses informasinya, karena Rumah Makan Dapur Mandar selain sebagai rumah makan, dapat juga dijadikan sebagai daya tarik yang dapat menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke suatu Destinasi khususnya di Kabupaten Majene. Selain itu, pengelola perlu membangun fasilitas tambahan seperti souvenir, serta fasilitas-fasilitas lainnya khususnya di bidang budaya agar wisatawan luar lebih banyak lagi yang berkunjung ke Rumah Makan Dapur Mandar ini. Pengelola juga perlu membatasi wisatawan yang berkunjung untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kerusakan fasilitas-fasilitas yang ada serta terjadinya vandalisme. Selain itu pengelola harus menambah fasilitas bermain untuk di pantai dan menambah sistem keamanan bagi wisatawan yang berenang, seperti pelampung dan penjaga pantai. Akses ke daya tarik wisata ini juga perlu diperbaiki, agar wisatawan mudah mencapai Rumah Makan Dapur Mandar ini.

            Konsep yang cocok untuk daya tarik wisata dapur mandar ini ialah konsep ekowisata. Karena, konsep inilah yang cocok untuk Dapur Mandar karena letaknya yang strategis berada dipinggir pantai pamboang. Ekowisata adalah salah satu kegiatan pariwisata  yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. Dengan mengutumakan konsep ekowisata maka dapur mandar sebagai daya tarik wisata unggulan kabupaten majene akan banyak menarik wisatawan untuk datang berkunjung. Tidak hanya berwisata wisatawanpun mendapatkan pengetahuan untuk tidak merusak ekosistem laut tepat di Dapur Mandar ini.  Selain itu, pendekatan yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan peranan pemerintah dan pihak swasta untuk mengelola daya tarik wisata ini, karena pihak terkait akan lebih mudah dan sungguh-sungguh membangun. Dan adapun Masalah akses jalan untuk menuju ke daya tarik wisata dapur mandar dapat ditangani oleh lembaga-lembaga, misalnya dinas Perhubungan. Untuk membangun jalan yang lebih baik untuk akses menuju ke dapur mandar dan tidak hanya itu dinas Pariwisata lebih mempromosikan dan menambah sarana dan fasilitas untuk menunjang wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata dapur mandar ini. Selain itu, strategi untuk pengembangan dapur mandar ini sebaiknya pemerintah memiliki satu program untuk pengembangan wisata yang dikelola secara penuh dengan melibatkan pihak dinas terkait, program ini bisa mencontoh pada apa yang dikembangakn oleh Pemkab Pangkep di Pulau Camba-Cambang. Yang dimana ada kolaborasi yang dapat dilihat dengan jelas dalam destinasi wisata bahari, semua elemen terlibat mulai dina pariwisata dinas perhubungan, dinas kelautan dan perikanan, serta pihak swasta. dan tidak luput juga dukungan penuh dari kepala daerah dalam mengembangkan daya tarik wisata dapur mandar.

Referensi :

Mason, P. 2003. Tourism impacts, planning and management.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s